Skip to content

Evaluasi Penerimaan Universitas Andalas 2023-2025

  • by

Pengantar

Evaluasi terhadap penerimaan Universitas Andalas (UNAND) selama periode 2023–2025
menunjukkan bahwa meskipun total pendapatan telah mendekati Rp 1 triliun per tahun, kapasitas
pendanaan tersebut masih relatif terbatas jika dikaitkan dengan jumlah mahasiswa sekitar 35.000
orang. Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan penerimaan UNAND didominasi oleh
pertumbuhan Pendapatan Non-Layanan Pendidikan (PNLP), yang tumbuh 17,5% per tahun,
sedangkan pertumbuhan Pendapatan Layanan Pendidikan (PLP) antara lain dari UKT/SPP dll.
hanya sebesar 4,4% per tahun. Pergeseran ini tentu cukup menggembirakan dalam konteks upaya
untuk mengurangi ketergantungan kepada PLP, namun PNLP bukanlah pendapatan yang dapat
digunakan untuk pengembangan, namun dominan untuk membiayai layanan terkait.
Dalam konteks perbandingan Penerimaan UNAND dengan institusi lain, secara rata-rata,
pendapatan UNAND berada pada kisaran Rp 25–30 juta per mahasiswa per tahun (lihat Tabel),
jauh di bawah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas
Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung yang telah mencapai sekitar Rp 70–90 juta per
mahasiswa. Kesenjangan ini menjadi semakin signifikan jika dibandingkan dengan universitas di
negara maju seperti National University of Singapore dan University of Oxford, yang memiliki
kapasitas pendanaan jauh lebih besar serta struktur pendapatan yang sangat terdiversifikasi.
Kondisi ini menegaskan bahwa persoalan utama UNAND tidak hanya terletak pada struktur
pendapatan yang rendah fleksibilitasnya, tetapi juga pada skala (size) pendanaan yang belum
memadai untuk mendorong lompatan kualitas (quality lift-up). Oleh karena itu, diperlukan
strategi ganda: reformasi internal dan peningkatan kapasitas pendanaan melalui dukungan
eksternal.